Created by: Riio Harapan (from :SMAN 10 PekanbaruRio Putro Utomo (from :SMAN 10 Pekanbaru »

Sabtu, 30 Oktober 2010

Sekilah Sejarah Tentang Soempah Pemuda

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di
Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
  1. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
    di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
    Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
    Kong Liong.
  2. 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
    Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
    yaitu :
    a. Kwee Thiam Hong
    b. Oey Kay Siang
    c. John Lauw Tjoan Hok
    d. Tjio Djien kwie


Sumber : http://sumpahpemuda.org/
read more - Sekilah Sejarah Tentang Soempah Pemuda

Menumbuhkan Kembali Patriotisme dan Nasionalisme


Merenungi Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010:

Menumbuhkan Kembali Patriotisme dan Nasionalisme


Sebuah Renungan Oleh: Auliya Millatina Fajwah

SEKITAR 82 tahun silam, ketika gempuran
senjata masih begitu kental terasa, para pemuda
maju ke garda depan sambil membusungkan dada
untuk mempertahankan harga diri bangsa. Kaum
kolonialis hanya tersenyum culas memandang
Indonesia yang tidak bisa berkutik saat itu, seperti
kerbau yang dicocok hidungnya. Realitas mengenai
ketertindasan inilah yang mendorong para pemuda
saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat
harkat dan martabat bangsa.

Usaha para pemuda dibayar dengan buah keberhasilan
yang sepadan. Salah satu bukti otentik lahirnya bangsa
Indonesia adalah dengan dicetuskannya sumpah pemuda
pada tanggal 28 Oktober 1928. Sebuah sumpah dari
para pemuda Indonesia tentang loyalitas dan dedikasi
mereka terhadap negara. Mereka mengukir jiwa
nasionalisme dan patriotisme dengan tiga kata kunci
: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Indonesia
benar-benar telah menjadi sebuah negara, bukan lagi
suku-suku yang berjalan sendiri dengan kepincangannya.

Meminjam kata-kata Moch. Yamin, semangat yang selama
ini tertidur kini telah bangun. Inilah yang dinamakan roh
Indonesia. Para pemuda saat itu telah menunjukkan
integritasnya yang tinggi, demi bumi pertiwi. Dengan
nasionalisme dan patriotisme yang tinggi, mereka
bahu-membahu untuk menghancurkan kemunafikan
kaum kolonialis. Membuka ruang bagi rakyat yang
tertindas untuk menghirup kebebasan hak asasi manusia.

Ingat selalu kata-kata brilian Bung Karno yang menyatakan
"Jas merah", jangan sekali-sekali melupakan sejarah.
Sebuah kata yang tidak kosong, melainkan mampu
men-dopping dan memberi suggest bagi siapa saja yang
mendengarnya. Sebuah histori yang diukir dengan tinta
emas, menggambarkan seberapa keras dan mahalnya
sebuah kebebasan. Penyulut semangat agar rasa cinta
dan loyalitas terhadap tanah air semakin membumbung
tinggi.

Hanya saja, apakah kata-kata itu masih terukir di dalam
memori? Masih adakah yang mengaplikasikannya dengan
baik atau justru berakhir sebagai angin lalu dengan makna
ambiguitas? Mempelajari dan mengenang sejarah bukan
berarti berjebak dalam halusinasi dan fantasi keberhasilan
masa lalu, melainkan mempertahannya. Bukan berarti
membanggakan apa yang pernah terjadi, melainkan
melanjutkan perjuangannya. Terlalu menyedihkan karena
suatu bangsa tidak lagi mengacuhkan nilai implisit dan
eksplisit yang terkandung di dalam sejarah. Baik itu
ditunjukan secara ril ataupun tidak. Masa memang telah
berganti, namun bukan berarti rasa nasionalisme harus turut
merosot dimakan waktu. Jangan sampai kekayaan pesan
sejarah bangsa dipereteli perlahan-lahan oleh waktu.

Dewasa ini, nilai keramat sumpah pemuda mulai terasa aus.
Kesakralannya kebanyakan hanya diisi dengan upacara
peringatan sederhana, dan tidak jarang upacara itu "kosong"
, tidak sampai pada makna yang sesungguhnya. Padahal,
di saat negara tengah terombang-ambing badai globalisasi
ditambah rongrongan dan campur tangan bangsa asing,
sehingga beberapa ciri budaya bangsa sendiri dirampas
oleh bangsa lain seperti sekarang ini, persatuan dan
kesatuan (united and unified) merupakan satu-satunya
tembok beton yang dibutuhkan oleh negeri ini. Benteng
pertahanan yang paling kuat agar dapat kembali menstabilkan
keadaan negeri.

Tengoklah, para pemuda hanya bergeming menghadapi
keadaan negara yang kian carut marut, bahkan tidak jarang
mereka justru menambah kekacauan negeri. Menangislah Ibu
Pertiwi menyaksikannya. Kenyataan bahwa para pemuda bangsa memiliki rasa nasionalisme tinggi kini bukan lagi sebuah realita, melainkan hanya sebagai sebuah ilusi. Ini bukanlah sebuah omong kosong. Karena pada kehidupan ril kini, para pemuda justru saling berlomba menghancurkan persatuan, setidaknya itulah yang secara kasat mata dapat di tangkap. Meskipun tidak seluruh pemuda bangsa memiliki pemikiran dangkal seperti itu. Fenomena ini seperti mufakat yang diinterupsi karena dianggap tidak relevan lagi dengan zaman.

Jika ditengok dengan seksama, jangankan membentuk forum untuk memikirkan masa depan negara. Para pemuda justru sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Saling bergerombol di suatu tempat dan menyatakan diri sebagai geng motor, menakut-nakuti masyarakat, melakukan tindak kekerasan secara brutal, tawuran, bahkan saling menganiaya satu sama lain. Sekuat apa pun proteksi yang diberikan kepada negara ini, akan selalu berakhir sia-sia jika para penerus bangsa tidak mencoba bangkit dan menuju jalan yang lebih baik.

Kini, nilai-nilai memang telah bergeser. Jika dulu nasionalisme, patriotisme, dan heroisme begitu dijunjung tinggi, maka kini egoisme, ekstrimisme, dan primodialisme-lah yang lebih mendominasi. Jangankan memiliki jiwa persatuan, justru yang diutamakan adalah gengsi dan arogansi.

Padahal, kualitas para pemuda bangsa kini telah berpuluh kali lipat lebih maju dibandingkan dulu, ditunjang dengan mutu pendidikan, kebebasan berpendapat, kemajuan tekhnologi, dan seminar-seminar terbuka. Seharusnya itu telah cukup untuk menjadi benih dalam membangkitkan nasionalisme.

Dalam konteks seperti ini, banyak yang harus dipelajari dari sikap pemuda dulu. Seperti berkaca di cermin yang retak. Jika pemuda dulu tampak tangguh dengan kobaran semangatnya, maka pemuda saat ini tampak menyedihkan dengan keleha-lehaannya. Ini memalukan!

Indonesia bukan lagi negara jajahan kolonial, tapi Indonesia adalah negara merdeka yang berdaulat. Berhentilah menyia-nyiakan cucuran peluh dan darah para pejuang. Para pemudalah yang memiliki andil besar di sini. Sejak dahulu, pemuda adalah tumpuan dan harapan suatu bangsa, jatuh bangunnya suatu bangsa tergantung pada para pemudanya. Zaman telah modern, berhentilah berpikiran kuno dan ortodok. Membangkitkan suatu bangsa tidak cukup hanya dengan mengandalkan kaum elit dan cendikiawan, namun seluruh rakyat semesta harus bergerak.

Kembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme adalah sikap kesetiaan tertinggi seseorang yang harus diberikan kepada negara dan bangsanya, sedangkan patriotisme adalah sikap rela berkorban demi bangsa dan negara. Menurut Staub, patriotisme adalah sebuah keterikatan (attachment) seseorang pada kelompoknya (suku, bangsa, partai politik, dan sebagainya).

Dedikasi dan loyalitas para pemuda kepada Negara memang harus kembali dibangkitkan. Tengoklah negara-negara Asia Timur seperti Korea dan Jepang misalnya, mereka mengadakan program wajib militer bagi rakyatnya, semata-mata hanya untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Hal seperti itulah yang diperlukan bangsa ini.

Tidak perlulah mengharapkan program wajib militer berjalan di Indonesia. Cukup para pemuda belajar dengan sungguh-sungguh, mempertontonkan prestasi dalam berbagai bidang ke kancah dunia. Memanfaatkan bakat, minat, dan kemampuan dalam hal yang positif. Buka seleba-lebarnya forum dan seminar tentang semangat nasionalisme. Jangan lagi ada kekerasan satu sama lain, tawuran antarpelajar dan mahasiswa, tawuran antarsuku, dan bentrokan antarmasyarakat. Mulailah semuanya dari hal kecil, seperti mencintai budaya sendiri.

Harus ada sedikit renovasi dalam diri bangsa ini, pupuk dan tumbuhkan lagi jiwa revolusi dan jiwa kepahlawanan. Bangunkan kembali Indonesia dari tidur panjangnya. Maju ke garda depan, jadilah permata, buatlah bangsa lain menjadi silau!

read more - Menumbuhkan Kembali Patriotisme dan Nasionalisme

Sumpah Pemuda

Peserta Kongres Pemuda II

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.[1]
Isi

Sumpah Pemuda versi orisinal[2]:

    Pertama
    Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
    Kedoea
    Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
    Ketiga
    Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:

    Pertama
    Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
    Kedua
    Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
    Ketiga
    Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 Kongres Pemuda Indonesia
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kongres Pemuda
 Kongres Pemuda Indonesia Kedua

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.

Peserta

Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie namun sampai saat ini tidak diketahui latar belakang organisasi yang mengutus mereka. Sementara Kwee Thiam Hiong hadir sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab.


 Gedung
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Museum Sumpah Pemuda

Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong [3].

Gedung Kramat 106 sempat dipugar Pemda DKI Jakarta 3 April-20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Gedung ini kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974. Dalam perjalanan sejarah, Gedung Sumpah Pemuda pernah dikelola Pemda DKI Jakarta, dan saat ini dikelola Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.[4]

read more -

Profil Singkat Toko Buku Gramedia

Latar Belakang
Tak bisa dipungkiri bahwa distribusi merupakan mata rantai yang lemah dalam dunia bisnis di Indonesia. Penerbit dan percetakan saja tidaklah cukup untuk dapat mendistribusikan produk secara merata ke seluruh pelosok tanah air. Itulah sebabnya Kelompok Kompas - Gramedia (KKG) mendirikan jaringan toko buku, dengan maksud memperkuat penyebaran produk, tanpa berkeinginan untuk lepas dari jaringan distribusi yang ada.
Toko Buku Gramedia didirikan 02 Februari 1970 oleh P.K. Ojong, yang juga merupakan pendiri KKG, dengan misi turut serta menyebarkan produk pendidikan dan informasi, demi tercapainya cita-cita bersama mencerdaskan kehidupan bangsa, menuju masyarakat baru Indonesia yang berkehidupan Pancasila.
Dari sebuah toko buku kecil berukuran 25 m2, yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Toko Buku Gramedia sampai tahun 2002 telah tumbuh dan berkembang menjadi 50 toko, yang tersebar dibeberapa kota utama di Indonesia.
Mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi, Toko Buku Gramedia membentuk 'Gramedia Online'.

Ragam Produk dan Dukungan Pemasok
Semula - pada saat berdiri - Toko Buku Gramedia hanya menawarkan buku. Namun saat ini ragam produknya sudah semakin berkembang, antara lain : stationery, fancy, peralatan kantor, peralatan olahraga, dan produk berteknologi tinggi seperti CD-ROM, audio-video book, dan berbagai produk lain.
Pemasaran produk tersebut, didukung ratusan penerbit dan pemasok dalam dan luar negeri, termasuk didalamnya beberapa penerbit intern KKG, seperti : Gramedia Pustaka Utama, Elex Media Komputindo, Gramedia Widya Sarana, Bhuana Ilmu Populer, dan Penerbit Gramedia Majalah.
Departemen Impor
Departemen Impor bertugas khusus untuk mengelola dan mengembangkan jalinan kerja sama dengan penerbit luar negeri yang kini berjumlah lebih dari 250 penerbit. Penerbit luar negeri yang aktif menjalin kerja sama:
  • Amerika Serikat: Simon & Schuster, Prentice Hall, McGraw Hill, Maxwell Macmillan, Addison Wesley, John Wiley, Harper Collins, Bantam, Random House, Baker & Taylor, dan lain-lain.
  • Eropa: Penguin, Cambridge, Oxford, Elsevier, Grossohaus, Hachette, Longman, MacMillan UK, dan lain-lain.
  • Asia: Kondasha, Japan Publication, Toppan, Canfonian, Asiapac, UBSPD, S. Chand, S.S. Mubaruk, Pan Pacific, Mighty Mind, Federal Publication, dan lain-lain.

read more - Profil Singkat Toko Buku Gramedia

Mengenai KFC

 Profil KFC

PT. Fastfood Indonesia, Tbk. Didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael pada tahun 1978, dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Perseroan mengawali usaha warabala dengan pembukaan restoran KFC pertama pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta. Keberhasilan restoran QSR (Quick Service Restaurant) pertama ini kemudian diikuti dengan pembukaan restoran KFC di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Sebagai pemegang hak waralaba tunggal KFC hingga saat ini, Perseroan senantiasa membangun brand KFC dan berbekal keberhasilan Perseroan selama 26 tahun, KFC telah menjadi brand hidangan cepat saji yang paling dominan, dan dikenal luas sebagai jaringan restoran cepat saji di negeri ini. Pada saat ini Perseroan memiliki 237 restoran, termasuk 1 unit mobi catering, di lebih dari 50 kota besar di Indonesia, memperkerjakan sekitar 9.280 karyawan dengan total penjualan lebih dari Rp1,028 triliun pada akhir 2005.

    Perseroan adalah perusahaan publik yang terdaftar sebagai emiten di Bursa Efek Jakarta dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 79,2% oleh PT. Gelael Pratama (43,6%) dan PT. Megah Eraraharja (35,6%), dan sisa saham lainnya sebesar 20,8% oleh Publik (20%), dan Koperasi (0,8%). PT. Gelael Pratama adalah Kelompok Usaha Gelael sebagai pendiri KFC di Indonesia, sementara PT. Megah Eraraharja adalah anak perusahaan Kelompok Salim yang bergabung dengan Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas pada tahun 1990.

    Perseroan memperoleh hak waralaba KFC dari Yum! Brands Inc., perusahaan restoran yang memiliki system unit terbesar di dunia. Yum! Brands Inc. (dulu dikenal sebagai Tricon Global Restaurants) adalah pemilik waralaba merek dagang KFC, Pizza Hut, Taco Bell, A&W dan Long John Silvers. Nama Yum! terpilih karena melambangkan harapan perusahaan untuk memberikan kepuasan ‘Yum!’ di wajah para konsumennya di seluruh dunia. Dengan lima merek dagang yang beroperasi di bawah naungan satu perusahaan yang sama, Yum! akan menjadi yang terbaik dalam memberikan berbagai pilihan kepada konsumen, dan secara pasti akan memimpin dalam usaha multi-branding. KFC, sebagai pemimpin global dalam kategori restoran cepat saji yang menyajikan produk ayam dan produk lain yang berkaitan dengan daging ayam, secara khusus dimiliki oleh Kentucky Fried Chicken International Holdings, Inc., di Louisville, Kentucky (salah satu dari merek dagang Yum! Brands Inc.).

    Produk unggulan Perseroan, Colonel’s Original Recipe dan Hot & Crispy Chicken, tetap merupakan ayam goreng paling lezat menurut berbagai survey konsumen di Indonesia. Dapat dipahami jika produk unggulan KFC berkualitas tinggi ini dapat diterima baik di Indonesia, sebuah negara dengan konsumsi daging ayam jauh lebih tinggi daripada daging jenis lain. Selain menyajikan produk unggulannya, KFC juga memenuhi selera konsumen lokal dengan menawarkan menu pilihan seperti Perkedel, Nasi, Salad dan Jagung Manis, serta produk lain-lain seperti Crispy Strips, Twister, dan Spaghetti, yang diterima dengan sangat baik oleh pasar kita. Untuk memberikan nilai tambah kepada konsumen, menu kombinasi hemat dan bermutu seperti KFC Attack dan Super Panas senantiasa ditawarkan. Pengembangan brand melalui pengenalan produk-produk baru, produk lanjutan, dan promosi paket murah meriah (secara permanent atau waktu terbatas) memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan KFC dan meningkatkan diferensiasi brand KFC yang kompetitif.

    Untuk memonitor posisi pasar dan kinerja Perseroan secara keseluruhan, sebuah survei yang disebut dengan Brand Image Tracking Study (BITS) rutin diadakan sejak tahun 1998. Survei ini dilakukan setiap kwartal dan dikelola oleh sebuah perusahaan survei untuk mengetahui persepsi konsumen dan brand image perusahaan sejenis dalam industri hidangan cepat saji. Studi ini mengungkapkan bahwa KFC secara konsisten berada pada posisi tertinggi dan paling menonjol dalam benak konsumen untuk ‘Top of Mind Awareness’ dibandingkan dengan merek utama lainnya. Selain itu, Perseroan juga melakukan studi Customer Experience Monitoring (CEM) untuk mengetahui bagaimana pengalaman konsumen terhadap pelayanan dan fasilitas KFC, dan studi CHAMPSCHECK untuk menilai kualitas pelayanan dan fasilitas yang tersedia di KFC. Perseroan menerima penghargaan KADIN Award 2005 di bidang Pariwisata untuk kategori restoran. Surat Penghargaan ini dianugerahkan oleh Kamar Dagang & Industri dari pemerintah DKI Jakarta untuk perusahaan-perusahaan dalam kategori hotel, restoran & hiburan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pemasukan pemerintah setempat, dan juga atas perhatian yang besar dalam memelihara dan melindungi kelestarian lingkungan.

    Perseroan sepenuh hati dengan komitmen untuk mempertahankan visi kepemimpinan dalam usaha restoran cepat saji, dengan terus memberikan kepuasan ‘Yum!’ kepada konsumen. Dukungan para pemegang saham, keahlian manajemen, loyalitas dan dedikasi karyawan, serta kontinuitas kunjungan konsumen, dapat membantu tercapainya visi ini. Perseroan yakin bahwa dengan menciptakan dan membangun satu budaya yang kokoh dimana setiap orang di Perusahaan membuat perbedaan, membentuk opini konsumen & sales mania, memberikan diferensiasi brand yang kompetitif, menjalin kontinuitas hubungan dengan masyarakat, serta mempertahankan konsistensi keberhasilan yang telah dicapai, pada akhirnya akan menjadikan KFC sebuah brand yang paling digemari di seluruh Indonesia, dan sebuah perusahaan yang baik dan kokoh.
read more - Mengenai KFC

Mengenai MEGAKOM

Kamis (6/5/2010), Mega Komputer Grup Pekanbaru menggelar pameran produk-produk elektronik di atrium dasar Mal Pekanbaru. Pameran yang dilangsungkan hingga Senin (10/5/2010) , menampilkan berbagai produk IT kenamaan dengan berbagai tipe dan spesifikasi yang terbaru.

Endang, Marketing Manager MegaKom menjelaskan program ini merupakan langkah lanjutan dari manajemen MegaKom Grup untuk memperkenalkan produk-produk IT terbaru kepada masyarakat Pekanbaru.
“Selama pameran ini kami menampilkan berbagai merk-merk yang sudah memilki posisi kuat di pasaran IT seperti Toshiba, Acer, Zyrex, Hp, Compaq dan berbagai merk lain yang sudah teruji kualitasnya,” ungkapnya kepada riaubisnis.com.
Dalam program tersebut pengunjung bisa mendapatkan berbagai hadiah sesuai dengan kategori merk yang dibeli. Untuk merek Toshiba, menawarkan beberapa item promosi menarik kepada konsumen dengan memberikan bonus cashback untuk produk pilihannya.
“Untuk item Toshiba kita menawarkan Toshiba Portege dan Toshiba NB-series terbaru dengan cashback hingga Rp 200 ribu tiap unitnya. Selain itu, item lainnya juga kita berikan harga yang lebih murah dengan harga toko,” paparnya.
Sementara untuk merek Compaq maupun Hp, MegaKom menawarkan hadiah menarik seperti Travel Bag, Free Shoping Rp 200-500 ribu, dan cashback menarik lainnya yang hingga Rp 500 ribu per unit.
Ditambahkannya, untuk merek Axioo, MegaKom memberikan hadiah microfiber serta tambahan cashback untuk item-item Neon maupun Pico. Tidak hanya itu, di penghujung acara MegaKom Grup juga menyediakan hadiah undian berupa Kamera Digital Rolley, Printer Laser Samsung dan hadiah utama satu unit Laptop BenQ Core 2 Duo.
Jika melihat spesifikasi setiap item yang dipamerkan dalam pameran ini produk-produk yang ditawarkan cukup murah yakni berkisaran antara Rp 3,5-8 juta, tergantung dari fitur produk yang diinginkan.
read more - Mengenai MEGAKOM

Profil GRAND JATRA HOTEL PEKANBARU

Grand Jatra Hotel berlokasi di Pekanbaru, tepatnya di ibu kota Provinsi Riau, Indonesia. Dari Bandara Sultan Syarif Kasim II hanya diperlukan?20 menit perjalanan. Di Grand Jatra Hotel Anda akan mendapatkan pelayanan baik dan suasana keramahtamahan sesuai dengan kultur masyarakat Melayu dan juga dipadukan dengan internasional standar hotel berbintang lima (5), dengan sambutan yang sangat baik dan ramah sejak tiba di bandara.

Kota Pekanbaru saat ini sudah berkembang pesat dan merupakan salah satu pusat perdagangan di pulau Sumatra.

Posisi Geografi Riau yang sangat strategis, Propinsi ini terletak dan diapit oleh Samudra India, Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik dan juga berbatasan langsung dengan Negara Singapura, Malaysia dan Vietnam. Letak Propinsi Riau sangat diuntungkan dalam persaingan perdagangan internasional.Hal ini juga bertambah menarik sejak SIJORI (Singapore, Johor, Riau) telah terbukti dan tidak dapat di pungkiri adalah suatu yang saling berhubungan dekat.

Kota Pekanbaru terletak di tengah pulau Sumatra dan juga dekat ke Kota Jambi dan di sebelah selatannya terletak Kota Palembang, Kota Pekanbaru juga terletak disebelah barat Kota Padang dan disebelah utara Kota Medan. Dan ini yang membuat kota Pekanbaru sangat penting dan potensial dalam perdagangan Minyak, Hutan dan kelapa sawit.

Grand Jatra Hotel Pekanbaru adalah Hotel berbintang lima (5) bertaraf internasional. Dekat dengan pusat perbelanjaan Mal pekanbaru, Bank, tempat hiburan seperti Mp Executive Karauke & Pup, Score! Pekanbaru party - club party dan lain-lain, yang juga di lengkapi beberapa fasilitas seperti restaurant dan bar, SPA, Sauna,Fitness Center dan Health Club, koneksi internet dengan kecepatan tinggi (1mbps), dan aneka ragam fasilitas lainya untuk anda dan keluarga.
read more - Profil GRAND JATRA HOTEL PEKANBARU

Profil PALANG MERAH INDONESIA

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Sampai saat ini PMI telah berada di 33 PMI Daerah (tingkat provinsi) dan sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh indonesia
Palang Merah Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu. Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Sejarah

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indiƫ (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.
Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori dr RCL Senduk dan dr Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkei pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.
Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.
Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.
Dibantu Panitia lima orang terdiri atas dr R Mochtar sebagai Ketua, dr Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu dr Djoehana Wiradikarta, dr Marzuki, dr Sitanala, mempersiapkan terbentuknya Perhimpunan Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI.
Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.
Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1925 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.
read more - Profil PALANG MERAH INDONESIA

Mall Pekanbaru

Mall Pekanbaru terletak di seberang Plaza Senapelan persimpangan jalan Jendral Sudirman dan Teuku Umar. Tempat wisata belanja modren yang satu ini merupakan Mall pertama di Pekanbaru.


Mall Pekanbaru merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang lengkap yang tidak hanya menyediakan busana, sepatu, perlengkapan sehari-hari kalangan atas, tetapi juga menyediakan semua kebutuhan berbagai lapisan.

Food court, elektronik dan handphone yang relatif terjangkau serta swalayan yang menyediakan buah-buahan dan alat tulis kantor semakin menambah semaraknya Mal Pekanbaru. Selain itu disini juga tersedia tempat bermain anak-anak yang luas lho.!
read more - Mall Pekanbaru

TEH BOTOL SOSRO

JAKARTA - Pabrik mini Tehbotol Sosro (PT Sinar Sosro) hadir di Kid-Zania Jakarta (PT Aryan Indonesia). Pembukaan pabrik mini tersebut berlangsung pada Minggu (5/8) di Metropolitan Theater of KidZania Jakarta.
Acara opening ceremony diawali dengan penandatanganan berita acara dan pemberian kunci kota oleh Tommy Utomo, chief executive officer KidZania Jakarta kepada Joseph S Sosrodjojo selaku presiden direktur PT Sinar Sosro. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan tirai dan pelepasan confetti di establishment Tehbotol Sosro Tea Factory, dan pelaksanaan aktivitas perdana yang diikuti oleh sejumlah anak-anak sebagai tanda telah diresmikannya establishmentTehboto] Sosro Tea Factory. Acara opening ceremony ini juga dimeriahkan oleh perlombaan, dengan berbagai hadiah yang menarik seperti PSP, Ipod Touch dan handphone yang telah disediakan oleh PT. Sinar Sosro.
Di establishment pabrik Tehbotol Sosro di KidZania ini, anak-anak dapat mempelajari seluk beluk proses pembuatan Tehbotol Sosro dalam kemasan pouch dengan menggunakan sarana prasarana replika mesin berteknologi tinggi menyerupai mesin di pabrik sesungguhnya. Pabrik Tehbotol Sosro di KidZania ini memiliki luas sebesar 27 m2, dengan daya tampung enam anak yang dapat beraktivitas dalam setiap sesi selama 20 menit
Ari Kartika, head of marketing communication KidZania Jakarta menjelaskan, anak-anak akan bermain peran sebagai pekerja pabrik melakukan serangkaian proses pembuatan teh berdasarkan pengalaman langsung dari kehidupan nyata (active learning and role play experience), mulai dari menimbang bahan baku yakni teh wangi, mencampurkan gula, lalu mengolahnya dengan menggunakan mesin, dimasak, hingga proses pengisian teh ke dalam kemasan berbentuk pouch.
"Setelah proses pembuatan teh di pabrik selesai, anak-anak juga akan dilibatkan dalam proses pengemasan, dan mendistribusikan Tehbotol Sosro dalam kemasan pouch tersebut ke beberapa toko di kota KidZania. Sebagai imbalan, anak-anak akan mendapat gaji berupa mata uang resmi KidZania sebesar 5 KidZos," jelas Ari.
Keberadaan establishment Sosro Tea Factory yang merupakan hasil kerja sama PT Sinar Sosro dan vitas ini sekaligus memperkenalkan profesi pekerja di pabrik pembuatan teh, sehingga anak-anak mendapat pengetahKidZania Jakarta bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai proses pembuatan Tehbotol Sosro. Aktiuan baru, memahami bagaimana Tehbotol Sosro sebagai minuman favorit mereka dibuat
PT Sinar Sosro berdiri pada 1974 dan merupakan perusahaan minuman teh siap minum dalam kemasan botol yang pertama di Indonesia dan di dunia. Filosofi PT Sinar Sosro adalah niat baik yang dijabarkan dalam 3K dan RL yakni peduli terhadap Kualitas, peduli terhadap Keamanan, peduli terhadap Kesehatan serta Ramah Lingkungan. Sebagai perwujudan Niat Baik tersebut, maka produk Tehbotol Sosro diolah tanpa menggunakan 3P yakni Tanpa Pengawet, Tanpa Pemanis Buatan, dan Tanpa Pewarna Buatan. Kemasan pouch ini tersedia dalam volume 150 ml yang cocok untuk dikonsumsi anak-anak, tidak mudah tumpah, tidak mudah bocor, dan gampang untuk di bawa ke mana saja
read more - TEH BOTOL SOSRO

Tentang TELKOM INDONESIA

Studi terbaru lembaga penelitian ROA (Research On Asia) Group mengungkapkan perkembangan pasar ponsel Indonesia pada 2010 diprediksikan mencapai angka 133 juta. Dengan kata lain, sekitar separuh dari seluruh populasi negeri ini yang diperkirakan mencapai 250 juta jiwa, merupakan pengguna ponsel. Dengan pertumbuhan yang sedemikian cepat Indonesia diyakini akan menempati peringkat ketiga pasar ponsel terbesar di Asia setelah China dan India. Meningkatnya jumlah pengguna telepon genggam dan tren penurunan tarif komunikasi membuat operator kini beralih pada pertumbuhan pengguna layanan data. Telkom sebagai penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Tanah Air lebih memilih untuk memperkaya layanan konten.

Dengan target pertumbuhan pengguna layanan data sebagai layanan terpadu serta konvergensi selular khususnya di area metropolitan, Telkom Indonesia menandatangani kesepakatan kerjasama (MoU) dengan penyedia jasa layanan mobile application, J-Spot Mobile untuk mengembangkan media informasi IndonesiaInYourHand bagi jaringan dan infrastruktur yang dimiliki Telkom Group. IndonesiaInYourHand adalah salah satu alternatif media informasi selain media konvensional yang ada selama ini yang berisikan informasi pariwisata, kebudayaan, peninggalan sejarah, direktori kota dengan tempat-tempat menarik lainnya di seluruh Indonesia secara “real time” kepada para turis baik mancanegara maupun lokal. Aplikasi ini sudah memiliki fasilitas seperti: Google Maps, Google Directory, Augmented Reality Browser, Reservation, Transportation Schedule, nomor telepon penting dan Real Time News. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk telepon genggam dengan teknologi seperti Symbian, Android, Iphone, Blackberry dan Java Mobile.

Widi Nugroho Pjs Executive General Manager Divisi Multimedia Telkom mengatakan, “Kerjasama Telkom Indonesia dengan penyedia jasa layanan mobile application J-Spot Mobile adalah untuk mempermudah masyarakat memperloleh informasi khususnya dalam mendukung kampanye Visit Indonesia 2010 dan tahun kunjungan museum 2010.”

“Aplikasi IndonesiaInYourHand ini akan menunjang pariwisata Indonesia dengan menitikberatkan unsur-unsur kebudayaan dan peninggalan sejarah Indonesia ke mancanegara,“ tambahnya usai penandatanganan kesepakatan kerjasama (MoU) antara PT Telkom Indonesia dan J-Spot Mobile di pameran CommunicAsia, Singapore Expo, Expo Drive Singapore (17/6).

Senada dengan Widi Nugroho, founder sekaligus komisaris J-Spot Mobile, Ginung Pratidina mengatakan penggunaan teknologi selular selain mempercepat akses informasi bagi wisatawan juga menjadi wujud nyata promosi pariwisata yang lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas sebagai alat komunikasi konvensional. “Seiring pertumbuhan selular yang semakin murah dan mudah, layanan konten akan dipakai sebagai pengganti promosi tradisional cetak yang cenderung mudah terbuang setelah informasi diserap audience yang menikmati informasi secara cuma-cuma,” ujar Ginung Pratidina.

Bagi stakeholder pariwisata dan pemerintah daerah, IndonesiaInYourHand merupakan terobosan penting karena tidak memungut biaya. Ginung membandingkan biaya produksi 5.000 lembar leaflet informasi daerah wisata saat ini dihargai sekitar Rp2,5 juta sementara dengan menggunakan aplikasi IndonesiaInYourHand ini masyarakat bisa mendapatkan informasi secara gratis.

Dengan adanya aplikasi IndonesiaInYourHand ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat (real time) dan mudah dimana saja dan kapan saja jika diperlukan.


Tentang PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (“TELKOM”) merupakan perusahaan penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi (full service and network provider) terbesar di Indonesia. Telkomsel yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh TELKOM adalah penyelenggara seluler terbesar di Indonesia dihitung berdasarkan jumlah pelanggan dan pendapatan. TELKOM menyediakan jasa InfoCom baik secara langsung maupun melalui perusahaan asosiasi, mencakup antara lain telepon tetap, jasa telepon nirkabel, jasa telepon bergerak, data & internet dan network & interkoneksi. Saham TELKOM terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX: TLKM) dan menerbitkan American Depository Shares yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE: TLK) dan London Stock Exchange (LSE: TKIA).

Tentang J-Spot Mobile

J-Spot terbentuk awal 2006 atas prakarsa Ginung Pratidina dan programmer Amiranto Adi Wibowo untuk mengantisipasi tren penggunaan teknologi Bluetooth sebagai media promosi di Eropa.Satu aplikasi marketing yang berhasil dilakukan J-Spot adalah Bluetooth Blast, media marketing berbasiskan teknologi Bluetooth yang dipuji peserta Asia Pacific Media Forum (APMF) 2006 di Bali. Berkat teknologi tersebut, peserta dapat melihat jadwal event, melakukan survey pembicara, dan promo APMF. Layanan Bluetooth Blast J-Spot Mobile digunakan operator telekomunikasi, Sony Ericsson, Sampoerna A Volution, Marlboro hingga pesta musik akbar AMild Soundrenaline 2008.
read more - Tentang TELKOM INDONESIA

Profil Telkom Indonesia

Bisnis TIME di perusahaan ini memiliki rentang dari penyelenggaraan Telekomunikasi berupa telepon (fixed wireline, fixed wireless dan seluler), data dan internet, jasa jaringan dan interkoneksi, serta content/application. Usaha tersebut dijalankan secara terfokus melalui induk maupun anak perusahaan. Sampai 31 Desember 2009, jumlah pelanggan perusahaan tumbuh sebesar 21,2% atau menjadi total 105,1 juta pelanggan dibandingkan setahun sebelumnya. Untuk telepon saja, TELKOM melayani 8,4 juta pelanggan telepon tetap, 15,1 juta pelanggan telepon tetap nirkabel, dan 81,6 juta pelanggan telepon seluler.

Posisi 31 Desember 2009, saham biasa TELKOM dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia (52,47%) dan sisanya dimiliki oleh pemegang saham publik (47,53 %). Saham TELKOM diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) dan Tokyo Stock Exchange (tanpa tercatat). Harga saham TELKOM di BEI pada akhir Desember 2009 adalah Rp 9.450 dengan nilai kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun 2009 mencapai Rp190,51 trilliun atau 9,43% dari kapitalisasi pasar BEI.

Sasaran strategis perusahaan adalah meningkatkan infrastruktur, memperluas teknologi Next Generation Network (NGN) dan melakukan  sinergi di seluruh jajaran TELKOMGroup, sehingga pelanggan baik ritel terlebih korporasi dapat menikmati kualitas, kecepatan, kehandalan dan layanan pelanggan yang lebih baik.
Pada tanggal yang sama, baik induk maupun anak perusahaan telah dikonsolidasikan dalam satu laporan keuangan TELKOM tahun buku 2009. Adapun kesembilan anak perusahaan tersebut adalah PT Telekomunikasi Indonesia International (“TII”,sebelumnya PT AriaWest international -“AWI”, 100% dimiliki TELKOM), PT Mitratel (“Mitratel”, 100% dimiliki TELKOM), PT Pramindo Ikat Nusantara (“Pramindo”, 100% dimiliki TELKOM), PT Telekomunikasi Seluler (“TELKOMsel”, 65% dimiliki TELKOM), PT Multimedia Nusantara (“Metra”, 100% dimiliki TELKOM), PT Infomedia Nusantara (“Infomedia”, 100%-dimiliki TELKOM, melalui 49% kepemilikan Metra), PT Indonusa Telemedia (“Indonusa”, 100% dimiliki TELKOM, melalui 1,25% kepemilikan Metra), PT Graha Sarana Duta (“GSD”, 99,99% dimiliki TELKOM), dan PT Napsindo Primatel Internasional (“Napsindo”, 60% dimiliki TELKOM). Selain itu untuk lebih memfokuskan bisnis, Metra juga telah memiliki anak usaha lain diataranya adalah Sigma dan Finnet. (Portfolio perusahaan dapat dilihat dibawah).
 
 
read more - Profil Telkom Indonesia

Profil SMA N 10 Pekanbaru

PROFIL SEKOLAH
Nama Sekolah  :  SMA Negeri 10 Pekanbaru
No. SK Pendirian  :  0389/0/1990
Berdiri  :  Tahun 1990
NSS  :  301096007040
Kode Anggaran  : 
Alamat  :  Jl. Bukit Barisan Tangkerang Pekanbaru
No. Telepon  :  0761-863141
Kelurahan  :  Tangkerang Timur
Keamatan  :  Tenayan Raya
Kota  :  Pekanbaru
Provinsi  :  Riau

AKREDITASI SMA NEGERI 10 PEKANBARU
Surat Keputusan Badan Akreditasi Sekolah Provinsi Riau No. 127/BASTA/KP/12/2005 SMAN 10 Pekanbaru Akreditasi A (Amat Baik).
Surat Keputusan Walikota Pekanbaru No. 01/Tahun 2007 Tentang Penetapan Sekolah Binaan Khusus.

Pemutakhiran Terakhir : 20 Maret 2009

Sumber : http://www.sman10pekanbaru.com/index.php?com=halutama&link=profil























































read more - Profil SMA N 10 Pekanbaru

 
||| Selamat Datang di http:// .blogspot.com/ || Terimakasih atas Kunjungan Anda || Memperingati Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928-28 0ktober 2010), HUT Telkom ke-154(23 Oktober 1856-23 Oktober 2010),HUT Mall PEKANBARU ke-7 || Sponsored by : TELKOM SPEEDY MALL PEKANBARU ||Created By : Riio Harapan (from : SMAN 10 Pekanbaru) || Rio Putro Utomo (from : SMAN 10 Pekanbaru)
Selamat menikmati blog ini !!